Ringkasan: Ketika tulisan semakin banyak lahir dari tulisan yang diproses mesin, muncul pertanyaan penting: apakah pengetahuan masih berpijak pada pengalaman dan realitas manusia?
Santri di era AI perlu menguasai teknologi secara bijak tanpa meninggalkan adab, guru, kitab, dan tradisi keilmuan pesantren sebagai fondasi menghadapi perubahan zaman.
AI dapat membantu mencari informasi keagamaan dengan cepat, tetapi santri tetap membutuhkan guru dan ulama untuk memahami ilmu, memverifikasi kebenaran, serta menjaga adab dan tradisi keilmuan Islam.